Baru pegang Mikrotik dan bingung harus mulai dari mana? Tenang, artikel ini cocok banget buat kamu yang baru pertama kali setting router Mikrotik. Kita bakal bahas dari langkah paling dasar: dari ngasih nama port ethernet, bikin bridge, sampai semua perangkat kamu bisa internetan.
Langsung aja, kita mulai ya!
1. Ubah Nama Port Ethernet Biar Gak Bingung
Secara default, port ethernet di Mikrotik namanya cuma ether1, ether2, dst. Biar lebih mudah dikenali, kita ubah jadi nama yang lebih jelas.
Caranya:
- Buka Winbox
- Login ke router Mikrotik kamu
- Masuk ke menu Interfaces (ikon 2 kabel nyilang)
- Di sana kamu akan lihat daftar port seperti
ether1,ether2, dst. - Klik dua kali ether1, lalu ubah Name jadi
ether1-isp(ini port untuk colok ke modem/internet) - Lanjut ubah:
ether2jadiether2-lanether3jadiether3-lanether4jadiether4-lanether5jadiether5-lan
- Klik OK tiap selesai ubah
2. Bikin Bridge (Gabungin Beberapa Port)
Bridge itu semacam “penggabung port”, jadi beberapa port bisa kerja bareng seolah-olah satu jaringan.
Langkah-langkah:
- Masuk ke menu Bridge
- Klik tanda “+” buat nambah bridge baru
- Kasih nama bridge-wan → Klik OK
- Tambah satu lagi, namanya bridge-lan → Klik OK
Tambahkan port ke masing-masing bridge:
- Masih di menu Bridge, pindah ke tab Ports
- Klik “+”
- Interface: pilih
ether1-isp - Bridge: pilih
bridge-wan - Klik OK
- Interface: pilih
- Ulangi dan tambahkan
ether2-lan,ether3-lan,ether4-lan,ether5-lanke bridge-lan
3. Bikin Mikrotik Bisa Dapet Internet
Kita butuh Mikrotik dapet IP dari modem/ISP dulu lewat DHCP.
Caranya:
- Masuk ke menu IP > DHCP Client
- Klik tanda “+”
- Pada Interface, pilih bridge-wan
- Klik OK
- Kalau statusnya muncul bound, artinya Mikrotik sudah dapet IP dari ISP
Coba Tes:
Buka Terminal dari Winbox, lalu ketik:
ping google.com
Kalau ada balasan, berarti internet udah nyambung 🎉
4. Setting DNS (Biar Internetan Lancar)
DNS penting biar kita bisa akses website pakai nama, bukan IP.
Caranya:
- Masuk ke menu IP > DNS
- Isi DNS Server:
- 8.8.8.8
- 8.8.4.4
- Centang Allow Remote Requests (kalau belum)
- Klik Apply dan OK
5. Setting NAT (Biar Internet Bisa Dibagi ke LAN)
NAT berguna buat ‘bagi-bagi’ internet dari ISP ke semua perangkat di jaringan LAN.
Caranya:
- Masuk ke IP > Firewall > tab NAT
- Klik “+”
- Di tab General:
- Chain: srcnat
- Out Interface: bridge-wan
- Pindah ke tab Action:
- Action: masquerade
- Klik OK
6. Kasih IP ke Bridge-LAN
Sekarang kita kasih alamat IP ke jaringan LAN, biar jadi identitas dan gateway.
Caranya:
- Masuk ke menu IP > Address
- Klik “+”
- Address: 10.10.10.1/24
- Interface: pilih bridge-lan
- Klik OK
7. Bikin DHCP Server (Bagi-Bagi IP ke Client)
Biar perangkat yang nyambung ke LAN dapet IP otomatis, kita bikin DHCP Server.
Caranya:
- Masuk ke IP > DHCP Server
- Klik tombol DHCP Setup
- Pilih interface: bridge-lan
- Klik Next terus:
- DHCP Address Space: 10.10.10.0/24
- Gateway: 10.10.10.1
- Address Pool: 10.10.10.2 – 10.10.10.254
- DNS: langsung Next
- Lease Time: Next
- Selesai!
8. Tes: Colok Perangkat ke Port LAN
Sekarang coba colok laptop, PC, atau Access Point ke ether2-lan sampai ether5-lan.
Kalau semuanya benar:
- Perangkat dapet IP otomatis
- Bisa browsing internet langsung
Kalau mau pasang WiFi, tinggal colok access point ke port LAN, lalu atur device WiFi-nya ke mode Access Point.
Penutup
Itu dia setting dasar Mikrotik dari nol sampai bisa internetan!
Tutorial ini cocok banget buat kamu yang baru belajar Mikrotik. Dengan langkah ini, jaringan rumah atau kantor kecil kamu udah siap dipakai.