OpenClaw merupakan platform AI Agent open source yang memungkinkan kita membangun asisten pribadi yang dapat diakses melalui Telegram, Discord, WhatsApp, Slack, maupun antarmuka lainnya.
Keunggulan OpenClaw adalah kemampuannya menggunakan berbagai model LLM, baik cloud maupun model lokal melalui Ollama.
Pada artikel ini saya akan menjelaskan cara menghubungkan OpenClaw dengan Ollama Qwen2.5:14B, menjalankannya menggunakan Docker, menghubungkannya ke Telegram, serta melakukan sedikit konfigurasi agar model bekerja lebih stabil sebagai AI Assistant.
Arsitektur
Pada implementasi ini, OpenClaw dan Ollama dipisahkan menjadi dua server.
Telegram
│
▼
OpenClaw (Docker)
│
▼
Ollama Server
(Qwen2.5:14B)
Dengan memisahkan Ollama ke server tersendiri, proses inferensi tidak membebani server yang menjalankan OpenClaw.
Persiapan
Yang digunakan pada artikel ini:
- Docker
- Docker Compose
- OpenClaw
- Ollama
- Qwen2.5:14B
- Telegram Bot
Contoh jaringan:
OpenClaw Server
10.10.10.177
Ollama Server
10.10.10.178
Install Ollama
Install Ollama pada server AI.
Ubuntu
curl -fsSL https://ollama.com/install.sh | sh
Setelah selesai, download model.
ollama pull qwen2.5:14b
Pastikan model sudah tersedia.
ollama list
Contoh:
NAME
qwen2.5:14b
Pastikan Ollama dapat diakses dari server OpenClaw.
http://10.10.10.178:11434
Install OpenClaw
Install OpenClaw menggunakan Docker sesuai dokumentasi resmi.
Setelah container berjalan, file konfigurasi biasanya berada pada:
~/.openclaw/openclaw.json
Sedangkan workspace berada pada:
~/.openclaw/workspace
Jika menggunakan Docker Volume, kedua direktori tersebut akan otomatis di-mount ke dalam container.
Konfigurasi Ollama
Tambahkan provider Ollama.
"providers": {
"ollama": {
"baseUrl": "http://10.10.10.178:11434",
"api": "ollama",
"models": [
{
"id": "qwen2.5:14b",
"name": "qwen2.5:14b",
"reasoning": false,
"input": [
"text"
],
"contextWindow": 32768,
"maxTokens": 8192,
"compat": {
"supportsTools": false,
"supportsUsageInStreaming": true
}
}
]
}
}
Perhatikan bagian berikut.
"supportsTools": false
Konfigurasi ini membuat model lebih stabil ketika digunakan sebagai AI Assistant atau chatbot. Jika suatu saat ingin memanfaatkan kemampuan tool calling secara penuh, nilai tersebut dapat disesuaikan kembali sesuai kebutuhan dan kompatibilitas model.
Menjadikan Qwen2.5:14B Sebagai Model Utama
Pada bagian agent ubah menjadi:
"agents": {
"defaults": {
"model": {
"primary": "ollama/qwen2.5:14b"
},
"models": {
"qwen2.5:14b": {}
}
}
}
Restart container setelah melakukan perubahan.
docker restart rocky-openclaw-gateway-1
Mengaktifkan Telegram
Tambahkan konfigurasi Telegram.
"channels": {
"telegram": {
"enabled": true,
"botToken": "YOUR_TELEGRAM_BOT_TOKEN"
}
}
Setelah bot aktif, kirim pesan:
/new
untuk memulai sesi baru.
Membuat Persona AI
OpenClaw menggunakan beberapa file markdown sebagai identitas AI.
Contohnya:
AGENTS.md
IDENTITY.md
SOUL.md
USER.md
TOOLS.md
File yang paling penting untuk membentuk karakter AI adalah:
SOUL.md
Lokasinya berada di:
~/.openclaw/workspace/SOUL.md
Saya menyarankan menulis isi SOUL.md menggunakan bahasa Inggris agar model lebih konsisten mengikuti instruksi, sementara tetap memaksa seluruh jawaban kepada pengguna menggunakan Bahasa Indonesia.
Contoh:
Always reply in Bahasa Indonesia.
Your name is Rocky.
Never introduce yourself as Qwen.
You are a personal AI assistant.
Always be logical, calm, honest and practical.
Pendekatan ini menghasilkan persona yang jauh lebih stabil dibandingkan menulis deskripsi karakter yang panjang.
Mengaktifkan Web Search
Agar AI dapat mencari informasi terbaru dari internet, aktifkan fitur web search.
"tools": {
"web": {
"search": {
"enabled": true,
"provider": "parallel-free"
}
}
}
Dengan konfigurasi ini, AI tetap dapat melakukan pencarian web ketika diperlukan, tanpa mengganggu pengalaman percakapan sehari-hari.
Mengecek Konfigurasi
Pastikan OpenClaw sudah menggunakan model yang benar.
docker exec rocky-openclaw-gateway-1 node openclaw.mjs models status
Contoh hasil:
Default : ollama/qwen2.5:14b
Pengujian
Buka Telegram.
Kirim:
/new
Kemudian:
Halo
Jika persona telah dikonfigurasi dengan benar, AI akan menjawab sesuai karakter yang dibuat di SOUL.md.
Mengembangkan Menjadi AI Agent
Setelah OpenClaw berjalan dengan baik, Anda dapat mengembangkan Rocky menjadi AI Agent yang mampu berinteraksi dengan berbagai layanan menggunakan MCP (Model Context Protocol).
Beberapa integrasi yang menarik antara lain:
- Home Assistant
- Docker
- Proxmox
- SSH
- Git
- Browser Automation
- Filesystem
- Database
Dengan pendekatan ini, Rocky tidak hanya menjadi chatbot, tetapi juga asisten teknis yang mampu membantu mengelola infrastruktur, melakukan otomasi, hingga membantu proses pengembangan aplikasi.
Penutup
Menggabungkan OpenClaw dengan Ollama memberikan fleksibilitas tinggi karena seluruh model dapat dijalankan secara lokal tanpa bergantung pada layanan cloud.
Menggunakan Qwen2.5:14B sebagai model utama memberikan keseimbangan yang baik antara kemampuan percakapan, pemahaman instruksi, dan performa untuk penggunaan sehari-hari. Dengan sedikit penyesuaian konfigurasi, OpenClaw dapat menjadi fondasi yang kuat untuk membangun AI Assistant pribadi yang siap dikembangkan lebih jauh melalui integrasi MCP dan berbagai layanan otomatisasi lainnya.