Pernah kepikiran punya sistem tenaga surya sendiri buat Raspberry Pi, router, dan alat-alat kecil di rumah? Ternyata nggak harus mahal dan ribet, lho! Kalau kamu cuma butuh daya buat perangkat low power seperti Pi 4, router, pompa air kucing, atau feeder otomatis, kamu bisa bikin sistem solar sederhana, efisien, dan tahan lama — bahkan bisa dirakit secara bertahap.
Cukup pakai inverter kecil (misalnya 150–300W) yang sesuai kebutuhan, lebih hemat, lebih efisien, dan tetap fleksibel.
Apa yang Akan Kita Bahas?
- Berapa daya yang dibutuhkan untuk perangkat kecil
- Solar panel & baterai yang cocok
- MPPT yang tepat dan tahan dipakai lama
- Inverter sesuai kebutuhan
- Skema sistem simpel tapi tahan 24 jam!
Perangkat yang Akan Dijalankan
Di rumah, aku punya beberapa perangkat kecil yang harus nyala 24 jam:
- Raspberry Pi 4 (pakai SSD)
- 2 pet water fountain
- 1 pet feeder otomatis
- Mikrotik hEX
- TP-Link Archer C54 & WR840N
Total Konsumsi Daya: Super Hemat, Nggak Sampai 1 kWh
| Perangkat | Daya (Watt) | Energi per Hari |
|---|---|---|
| Raspberry Pi 4 | 7W | 168 Wh |
| Mikrotik + 2 Router | 16W | 384 Wh |
| Pet fountain x2 | 8W | 192 Wh |
| Pet feeder (standby) | 2W | 48 Wh |
| Total | 33W | ±792 Wh |
Baterai: 12V 100Ah Cukup Aman
Aku pakai baterai LiFePO₄ 12V 100Ah (kapasitas: 1.28 kWh).
Dengan pemakaian harian sekitar 800 Wh, baterai ini bisa tahan ±1.2 hari penuh tanpa sinar matahari.
Solar Panel: 200–300W Sudah Cukup
Supaya baterai bisa isi ulang penuh setiap hari, cukup pakai:
- 2x panel 100W, atau
- 1x panel 300W monocrystalline
Target pengisian: 5–6 jam matahari optimal.
MPPT Solar Charge Controller: Wajib, Jangan PWM
MPPT jauh lebih efisien dari PWM.
Keunggulannya:
- Optimalisasi daya meski matahari nggak maksimal
- Bisa seri panel tanpa takut overvoltage
- Efisien bahkan di cuaca mendung
Rekomendasi MPPT:
| Model | Ampere | Panel Maks |
|---|---|---|
| EPEver Tracer 2210AN | 20A | ~260W |
| SRNE ML2420 | 20A | Alternatif hemat |
| Victron SmartSolar 75/15 | 15A | Premium (fitur bluetooth) |
Inverter: Kecil Tapi Cukup, 150–300W Aja!
Karena total beban kamu hanya sekitar 30–35W, pakai inverter lebih dari itu overkill (dan boros energi karena standby-nya besar). Lebih baik:
Pakai inverter kecil 150–300W yang:
- Pure sine wave
- Lebih hemat standby (biasanya <3W)
- Cukup untuk semua adaptor (Raspberry Pi, router, dll)
Rekomendasi inverter:
| Daya | Cocok Untuk |
|---|---|
| 150W | Hanya perangkat kecil |
| 300W | Sedikit lebih fleksibel (misalnya tambah laptop kecil) |
Alternatif: Gunakan DC langsung ke perangkat (tanpa inverter) bila memungkinkan, lebih efisien lagi!
Skema Koneksi Solar Off-Grid Mini
[ PANEL SURYA 300W ]
↓
[ MPPT 12V 20–30A ]
↓
[ BATERAI LiFePO₄ 12V 100Ah ]
↓
[ INVERTER PURE SINE 150–300W ]
↓
[ STOP KONTAK AC 220V ]
↓
[ COLLOK ADAPTOR Raspberry Pi, Router, dst ]
Atau kalau mau lebih hemat:
[ BATERAI 12V ]
↓
[ DC-DC Step Down 12V → 5V, 9V, 12V ]
↓
[ Langsung ke Raspberry Pi, Router, dst ]
Kenapa Ini Solusi Ideal?
Lebih hemat biaya (nggak perlu inverter besar)
Efisien → inverter kecil atau langsung DC
Aman & simpel → cocok buat pemula
Modular → tinggal upgrade panel atau baterai kapan pun
Kesimpulan
Kalau kamu cuma mau nyalain Raspberry Pi, router, pompa hewan, dan perangkat kecil lainnya, nggak perlu sistem solar besar.
Cukup dengan:
- Panel 200–300W
- MPPT 20A
- Baterai LiFePO₄ 12V 100Ah
- Inverter 150–300W (atau tanpa inverter kalau semua support DC)
Kamu sudah bisa nyalain sistem 24 jam nonstop, bahkan saat cuaca mendung.
Sistem ini sangat cocok buat kamu yang baru mulai solar DIY: murah, efisien, bisa di-upgrade kapan saja. Dan yang paling penting, perangkat kamu tetap nyala walau PLN padam.