Raspberry Pi sering digunakan sebagai server file rumahan atau mini NAS. Dengan bantuan Samba, Raspberry Pi bisa digunakan untuk berbagi file ke Windows, Linux, maupun macOS melalui jaringan lokal.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara install Samba di Raspberry Pi dan mount hard disk eksternal format exFAT, lengkap sampai konfigurasi firewall menggunakan UFW.
Kebutuhan Awal
Sebelum memulai, pastikan:
- Raspberry Pi menggunakan Debian atau Raspberry Pi OS
- Sudah bisa akses via SSH
- Hard disk eksternal sudah terhubung ke Raspberry Pi
- Hard disk menggunakan format exFAT
1. Update Sistem Raspberry Pi
Langkah pertama adalah memastikan sistem dalam kondisi terbaru.
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
2. Install Dukungan exFAT
Secara default, exFAT belum tentu langsung tersedia.
sudo apt install exfat-fuse exfatprogs -y
Cek hard disk apakah sudah terbaca:
lsblk -f
Biasanya akan muncul seperti:
sda
└─sda1 exfat
Catat nama device, misalnya /dev/sda1.
3. Membuat Folder Mount
Buat folder untuk tempat mount hard disk:
sudo mkdir -p /mnt/hdd
4. Mount Hard Disk exFAT
Mount manual terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada error.
sudo mount -t exfat /dev/sda1 /mnt/hdd
Cek hasilnya:
df -h
Jika terlihat /mnt/hdd, berarti berhasil.
5. Auto Mount Saat Boot (fstab)
Agar hard disk otomatis ter-mount saat Raspberry Pi restart, gunakan UUID.
blkid /dev/sda1
Contoh output:
UUID="1234-ABCD"
Edit file fstab:
sudo nano /etc/fstab
Tambahkan baris berikut:
UUID=1234-ABCD /mnt/hdd exfat defaults,uid=1000,gid=1000,umask=002 0 0
Tes konfigurasi:
sudo umount /mnt/hdd
sudo mount -a
Jika tidak ada error, berarti konfigurasi benar.
6. Install Samba
Install Samba untuk file sharing:
sudo apt install samba samba-common-bin -y
Cek status layanan:
systemctl status smbd
7. Konfigurasi Samba Share
Backup konfigurasi asli:
sudo cp /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.backup
Edit file konfigurasi:
sudo nano /etc/samba/smb.conf
Tambahkan di bagian paling bawah:
[HDD]
path = /mnt/hdd
browseable = yes
writable = yes
guest ok = no
read only = no
create mask = 0775
directory mask = 0775
8. Membuat User Samba
Gunakan user Linux yang sudah ada, misalnya pi.
sudo smbpasswd -a pi
sudo smbpasswd -e pi
9. Set Permission Folder Hard Disk
sudo chown -R pi:pi /mnt/hdd
sudo chmod -R 775 /mnt/hdd
10. Restart Samba
sudo systemctl restart smbd
sudo systemctl restart nmbd
11. Install dan Aktifkan UFW Firewall
Install UFW:
sudo apt install ufw -y
Aktifkan firewall:
sudo ufw enable
12. Allow SSH dan Samba (Wajib)
Sesuai kebutuhan, jalankan perintah berikut:
sudo ufw allow ssh
sudo ufw allow samba
Cek status firewall:
sudo ufw status
13. Akses Samba dari Client
Windows
\\IP_RASPBERRY_PI\HDD
Linux / macOS
smb://IP_RASPBERRY_PI/HDD
Gunakan username dan password Samba yang sudah dibuat.
Tambahan
Jika saat koneksi ke samba server berhasil tetapi file tidak terdeteksi, besar kemungkinan hard disk bermasalah. Langkah awal yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan re-mounting hardisk. Berikut langkah-langkahnya:
sudo systemctl stop smbd nmbd
sudo umount -l /mnt/hdd
sudo mount /dev/sdb1 /mnt/hdd
sudo systemctl start smbd nmbd
Penutup
Dengan konfigurasi ini, Raspberry Pi sudah bisa digunakan sebagai file server Samba dengan hard disk exFAT, aman karena firewall aktif, dan otomatis mount saat boot.
Konfigurasi ini cocok untuk:
- Home server
- NAS sederhana
- Media sharing
- Backup jaringan lokal