Git merupakan salah satu Version Control System pada perangkat lunak yang diciptakan oleh Linus Torvalds. Version Control System ini memiliki fungsi mengelola perubahan pada sebuah file atau dokumen, program komputer, web dan kumpulan informasi pada sebuah project yang dikerjakan beberapa orang maupun individu.
Git merupakan DVCS (Distributed Version Control Systems) yang dimana setiap pengguna memiliki repositori dan copy dari pekerjaan mereka masing-masing pada local PC dan sistem ini memungkinkan Developer lain agar tidak bisa melakukan perubahan.
Agar perubahan dapat terlihat oleh Developer lain maka, perlu melakukan push ke repositori pusat. Yang dimaksud push ini seperti mengupload hasil pekerjaan kita agar dapat digabung di pusat.
Sistem Repository Git
Pada repository git terdapat 3 Area yaitu:
1. Working Tree
Working Tree adalah tempat biasa teman-teman menyimpan dokumen atau file. Misalkan teman-teman punya folder yang bernama “belajar” didalamnya terdapat source code atau file milik teman-teman. dalam folder belajar itu lah disebut Working Tree.
2. Staging Area
Staging Area ini adalah tempat menampung file yang sudah terkonfirmasi telah dilakukan perubahan. Jadi apabila dokumen yang teman-teman edit dan git sudah mengkonfirmasi maka file/dokumen tersebut akan tersimpan pada staging area.
3. History
History area adalah tempat dimana saat file yang sudah ada didalam staging area telah dicommit.
Bekerja dengan Git
Berikut langkah-langkah menggunakan git:
- buat folder baru dengan nama “belajar” yang nanti akan dijadikan repository git
- lalu pada terminal git bash, masuk ke folder belajar yang sudah dibuat dengan perintah cd
- lalu jalankan perintah “git init” agar folder belajar menjadi repository
Dengan kita melakukan langkah-langkah diatas, maka folder yang kita buat sudah menjadi repository git yang dimana folder ini sudah terpantau oleh git bila ada perubahan file atau dokumen.
Command Git
Berikut adalah beberapa perintah git yang akan sering teman-teman gunakan dalam melakukan perubahan file atau dokumen.
Git init
Git init dilakukan pertama kali untuk membuat folder/directory lokal PC menjadi sebuah repository git.
git init
Git clone
Git clone digunakan untuk menyalin repository dari remote repository/cloud ke lokal PC. Pada git clone, kita tidak perlu melakukan git init karena saat melakukan clone, folder sudah dikenali sebagai repository git.
git clone <git URL>
Git status
git status digunakan untuk mengetahui status pada repository lokal. Git status ini bisa mengetahui file atau dokumen apa saja yang terjadi perubahan pada working tree.
git status
Git add
git add digunakan apabila kita sudah melakukan perubahan pada isi suatu file dalam working tree dan kita ingin git mengkonfirmasi bahwa file ini telah diedit. Bila git add kita jalankan, maka file kita akan berpindah ke staging area.
git add
Git commit
git commit digunakan apabila kita ingin menyimpan perubahan yang sudah tersimpan di staging area. biasanya, saat melakukan commit akan disertakan message atau pesan agar kontributor lain mendapatkan informasi terkait perubahan file atau dokumen yang di commit.
git commit -m "<message>"
Git push
Git push dilakukan setelah kita selesai melakukan commit dan ingin menyimpan hasil yang sudah disimpan ke repository remote atau repository yang ada di cloud. Command ini bertujuan agar orang lain yang ingin berkontribusi bisa melihat file atau document yang sudah kita buat atau ubah.
git push origin <branch_name>
Git pull
Git pull bisa dibilang kebalikan dari git push. Bila git push adalah mengupload repository lokal ke repository cloud/remote repository maka, git pull digunakan untuk mengambil atau mendownload repository remote/cloud ke lokal pc kita.
git pull
Demikian penjelasan singkat tentang apa itu git dan cara menggunakannya. Diartikel berikutnya saya akan menggunakan git dengan sebuah kasus. Terima kasih sudah mampir.
